PILOT — Pusat Informasi Logistik Terpadu
Status konsep
PILOT belum ada dan belum beroperasi. Catatan ini menjelaskan kemampuan yang direncanakan untuk dibangun sebagai bagian dari konsep SETIA.
PILOT direncanakan sebagai aplikasi backbone SETIA. Modul ini akan memetakan potensi nasional yang berkaitan dengan logistik Indonesia, termasuk supply dan demand.
Sumber supply dan demand
- Supply: pemetaan traffic kapal, jadwal kapal, kapasitas muatan, dan rute yang tersedia.
- Demand: kebutuhan perusahaan komersial untuk mengirimkan kargo melalui kapal yang paling sesuai.
Contoh skenario
Sebuah manufaktur mobil, misalnya Honda, ingin mengirim 1.000 mobil ke Pulau Jawa.
- Perusahaan memasukkan kebutuhan muatan dan tujuan.
- PILOT mencari kapal yang dapat mendukung jenis dan volume muatan tersebut.
- Sistem mencocokkan kapal dengan pelabuhan yang mampu menerimanya berdasarkan:
- dimensi kapal;
- kedalaman air pelabuhan;
- kapasitas dan fasilitas terminal;
- jadwal serta panjang queue bongkar muat.
- Sistem membandingkan rute paling efektif, bukan sekadar rute dengan jarak terpendek.
- Perusahaan dapat melakukan booking ruang muat kepada operator kapal.
Optimasi pemilihan pelabuhan
Pelabuhan A mungkin lebih dekat dengan tujuan, tetapi memiliki queue bongkar yang panjang. Pelabuhan B mungkin sedikit lebih jauh, tetapi lebih lengang sehingga kargo lebih cepat mencapai daratan. PILOT perlu memperhitungkan keseluruhan waktu dan biaya, termasuk dwelling time.
flowchart LR D[Cargo Demand] --> M[Matching Engine] S[Vessel Schedule & Capacity] --> M P[Port Capability & Queue] --> M R[Sailing Route] --> M M --> O[Most Effective Option] O --> B[Cargo Booking]
Ketergantungan data
PILOT memperoleh dukungan dari SIMPATI, yang memetakan seluruh pelabuhan dan armada kapal yang beroperasi di Indonesia.
Data minimum
Permintaan muatan
- asal dan tujuan;
- cargo ready date dan target tiba;
- jenis, jumlah, berat, volume, dan kebutuhan khusus muatan;
- jenis peralatan, misalnya kontainer, reefer, Ro-Ro, atau bulk;
- ketentuan barang berbahaya, lartas, atau temperatur;
- preferensi biaya, waktu, emisi, dan tingkat layanan.
Penawaran kapasitas
- jadwal dan rute carrier;
- kapasitas yang dapat dijual, bukan hanya kapasitas nominal kapal;
- batas cut-off, waktu transit, frekuensi, dan reliabilitas;
- kemampuan terminal, draft/kedalaman, panjang berth, crane, yard, dan koneksi hinterland;
- estimasi antrean dan waktu kapal di pelabuhan.
Logika rekomendasi
Rekomendasi sebaiknya bersifat multi-objective: total biaya, waktu door-to-door, reliabilitas, risiko keterlambatan, kompatibilitas kapal–pelabuhan, keselamatan, dan emisi. Jarak terpendek tidak selalu menjadi pilihan tercepat atau termurah.
Batasan penting
- Data jadwal dan kapasitas dapat berubah setelah rekomendasi dibuat.
- Kedalaman yang aman bergantung pada draft aktual, pasang surut, under-keel clearance, dan ketentuan otoritas; angka kedalaman saja tidak cukup.
- PILOT sebaiknya meneruskan pengguna ke proses carrier untuk kontrak dan booking confirmation, bukan menganggap rekomendasi sebagai jaminan ruang muat.
- Harga dan kapasitas komersial dapat bersifat rahasia.
KPI yang disarankan
- persentase rekomendasi yang berhasil di-booking;
- selisih ETA prediksi terhadap aktual;
- waktu pencarian sampai konfirmasi;
- on-time performance;
- biaya dan waktu total per pengiriman;
- tingkat pembatalan, rollover, dan perubahan jadwal.
Status verifikasi
Fungsi PILOT di atas adalah spesifikasi rancangan. UNCTAD dan World Bank mendukung penggunaan konektivitas, port calls, waktu kapal di pelabuhan, dan performa terminal sebagai konteks keputusan logistik, tetapi tidak mengonfirmasi implementasi PILOT.