SETIA — Gambaran Umum

Status konsep

SETIA belum ada, belum dibangun, dan belum beroperasi. SETIA beserta lima modulnya adalah konsep/rencana sistem yang akan dikembangkan. Seluruh fitur dan aliran data dalam catatan ini merupakan target desain.

SETIA direncanakan sebagai Centralized System untuk mendukung Sistem Transportasi Nasional. Konsepnya terdiri atas lima modul utama yang akan saling memasok data.

ModulNama lengkapFokus utama
PILOTPusat Informasi Logistik TerpaduPemetaan supply dan demand logistik nasional
SIMPATISistem Informasi Manajemen Pelabuhan dan Armada TerintegrasiData pelabuhan dan armada kapal
SIKAPSistem Informasi Kapal & Alur PelayaranPosisi kapal dan alur pelayaran
SIPASTISistem Informasi Pengawasan AIS TerintegrasiData posisi kapal secara real time
SMSSistem Monitoring SBNPPemantauan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran

Prinsip sistem

  1. PILOT berperan sebagai backbone.
  2. SIMPATI memasok pemetaan pelabuhan dan armada.
  3. SIKAP direncanakan menyediakan konteks posisi kapal dan alur pelayaran.
  4. SIPASTI direncanakan menyediakan data AIS agar posisi kapal dapat ditampilkan secara real time.
  5. SMS mendukung keselamatan dan efisiensi melalui pemantauan SBNP secara berkelanjutan.

Lihat Arsitektur dan Aliran Data SETIA untuk hubungan antarmodul serta User Persona dan Matriks Akses SETIA untuk pemetaan pengguna dan rancangan hak akses.

Status verifikasi

Konsep rancangan

Nama, akronim, dan hubungan lima modul di catatan ini berasal dari Centralized System Brief. Penelusuran sumber publik belum menemukan dokumentasi resmi yang mengonfirmasi bahwa kelima modul tersebut telah diimplementasikan sebagai satu platform nasional bernama SETIA. Karena itu, bagian ini diperlakukan sebagai arsitektur target, bukan deskripsi sistem produksi.

Komponen eksternal yang dapat diverifikasi adalah konsep pendukungnya: layanan kapal melalui Inaportnet, pertukaran data elektronik dan Maritime Single Window dalam FAL Convention, AIS untuk posisi kapal, serta indikator performa pelabuhan.

Sasaran arsitektur target

  • menyediakan satu tampilan lintas logistik, kapal, pelabuhan, alur, AIS, dan SBNP;
  • mempertemukan kebutuhan muatan dengan kapasitas angkut dan fasilitas pelabuhan;
  • mengurangi duplikasi data melalui identitas referensi bersama;
  • mendukung keputusan operasional tanpa menggantikan kewenangan carrier, terminal, Syahbandar, atau Bea Cukai;
  • menjaga audit trail, asal data, waktu pembaruan, dan status kualitas setiap data.

Prinsip tata kelola

PrinsipImplikasi
Authoritative sourceSetiap elemen data harus memiliki pemilik dan sumber resmi
Role-based accessData komersial, AIS, dan pabean tidak otomatis terbuka untuk semua pengguna
Data minimizationHanya data yang diperlukan untuk tujuan layanan yang dibagikan
TraceabilityPerubahan jadwal, posisi, kapasitas, dan status dokumen tercatat
InteroperabilityPertukaran data memakai kode, format, dan API yang terdokumentasi
Human oversightRekomendasi sistem tidak menggantikan keputusan keselamatan atau hukum

Referensi daring