Loading List dan Stowage Plan
Loading List
Loading List adalah kompilasi data dari banyak B/L untuk seluruh muatan yang akan dimuat.
- Penerbit: operator kapal/carrier.
- Fungsi: menjadi daftar operasional muatan dan dasar perencanaan pemuatan.
Isinya lazim mencakup booking/B/L reference, nomor dan tipe kontainer, POL/POD, berat, VGM, status DG/reefer, serta instruksi khusus. Nama dan format dokumen dapat berbeda antarcarrier dan terminal.
Stowage Plan
Stowage Plan menetapkan posisi presisi setiap kontainer di kapal. Penyusunannya melibatkan operator terminal dan perwira kapal.
Pertimbangan penempatan
- bobot kontainer;
- stabilitas kapal;
- pelabuhan tujuan bongkar;
- urutan bongkar;
- kontainer berpendingin (reefer);
- muatan berbahaya (Dangerous Goods / DG);
- kebutuhan penanganan khusus lainnya.
Posisi kontainer biasanya dinyatakan dalam koordinat bay-row-tier. Rencana harus menjaga stabilitas, kekuatan struktur, batas berat stack, akses reefer, segregasi barang berbahaya, urutan pelabuhan, dan keselamatan lashing. Pre-stow plan dapat direvisi menjadi final stowage plan berdasarkan kondisi aktual.
Verified Gross Mass dan tanggung jawab
Shipper wajib memastikan VGM kontainer berisi diperoleh dengan metode yang diizinkan dan dikomunikasikan tepat waktu. Carrier dan terminal menggunakan VGM untuk keputusan pemuatan; kontainer tanpa VGM tidak boleh dimuat menurut SOLAS. Perwira kapal tetap memiliki kewenangan akhir atas keselamatan stowage, sedangkan terminal mengeksekusi urutan kerja berdasarkan rencana yang disepakati.
flowchart LR BL[Bill of Lading Data] --> LL[Loading List] LL --> SP[Stowage Plan] W[Weight & Stability] --> SP POD[Port of Discharge] --> SP SPECIAL[Reefer / DG] --> SP SP --> LOAD[Container Loading]
Sistem elektronik yang tersedia
Indonesia
- TOS Nusantara (TOSNUS) dan Pelindo TOS Petikemas (PTOS-PK) digunakan pada terminal di lingkungan Pelindo Terminal Petikemas untuk perencanaan dan pencatatan operasi. Pelindo menyatakan TOS Nusantara mendukung visualisasi 3D, pengaturan yard/kapal, serta pembuatan bay plan/stowage plan.
- Terminal lain dapat memakai TOS berbeda seperti OPUS, ITOS, TOP-X, atau sistem milik operator. Karena itu, integrasi harus menargetkan antarmuka terminal tertentu, bukan menganggap TOS Nusantara sebagai satu-satunya sistem nasional.
Internasional
- Terminal dan carrier memakai Terminal Operating System, vessel planning/stowage software, dan EDI seperti BAPLIE/MOVINS untuk bertukar bay plan dan instruksi pemuatan.
- DCSA Load List and Bay Plan mendefinisikan data, event, serta waktu pertukaran antara VSA partners, carrier, port, dan terminal. DCSA adalah standar interoperabilitas, bukan repositori dokumen global.
Referensi daring
- Cargo Securing and Packing—CSS Code dan CTU Code (IMO)
- Code of Safe Practice for Cargo Stowage and Securing, Resolution A.714(17) (IMO PDF)
- Maritime Safety—carriage of cargoes and containers (IMO)
- Verification of the Gross Mass of a Packed Container (IMO)
- IMO/ILO/UNECE CTU Code—packing and securing cargo transport units (UNECE)
- TOS Nusantara untuk bay plan dan operasi terminal (Pelindo Terminal Petikemas PDF)
- Load List and Bay Plan standard (DCSA)