Model Operasional Pengiriman Kargo
Terdapat dua model operasional utama dalam cargo shipping: Liner Service dan Tramp Service.
Liner Service
Liner Service adalah layanan pengangkutan barang atau penumpang dengan karakteristik:
- kapal melalui fixed routes;
- kapal singgah di pelabuhan secara reguler;
- pelayaran mengikuti published time schedules;
- layanan bersifat stabil dan dapat diprediksi, seperti jalur bus di laut.
Muatan dan operator
- Jenis muatan: umumnya peti kemas untuk barang konsumsi, elektronik, suku cadang, tekstil, dan sebagainya.
- Contoh operator: Maersk, MSC, CMA CGM, ONE, dan Evergreen.
- Penentuan rute: dilakukan oleh Network Planning division.
Alur
flowchart LR R[Fixed Route & Schedule] --> P[Published Service] P --> B[Shipper Books Suitable Slot] B --> C[Cargo Transport]
Rute ditentukan terlebih dahulu → perusahaan komersial memilih dan memesan slot yang sesuai.
Tramp Service
Dalam Tramp Service, kapal disewa atau di-charter secara eksklusif oleh satu atau beberapa pemilik barang. Kapal mengantar muatan dari Titik A ke Titik B sesuai kontrak.
- Jenis muatan: komoditas curah kering atau basah dalam volume besar, seperti batu bara, minyak mentah, biji gandum, dan LNG.
- Penentuan rute: pemilik atau operator kapal menentukan rute paling efektif dan efisien berdasarkan lokasi jemput dan bongkar.
flowchart LR C[Cargo Requirement] --> CH[Charter Contract] CH --> R[Most Efficient Route] R --> T[Point A to Point B]
Muatan ditentukan terlebih dahulu → kapal dan rute disesuaikan dengan kontrak.
Perbandingan
| Aspek | Liner Service | Tramp Service |
|---|---|---|
| Pemicu operasi | Rute dan jadwal terlebih dahulu | Muatan dan kontrak terlebih dahulu |
| Jadwal | Tetap dan dipublikasikan | Menyesuaikan kontrak |
| Rute | Fixed routes | Titik A ke Titik B sesuai kebutuhan |
| Muatan umum | Kontainer | Komoditas curah dalam volume besar |
| Hubungan komersial | [[Booking Confirmation | Booking slot]] |
Variasi yang perlu dibedakan
- Container liner: layanan terjadwal dengan slot kontainer dan jaringan transshipment.
- Ro-Ro liner: layanan terjadwal untuk kendaraan atau kargo beroda.
- Bulk tramp: kapal mengikuti kebutuhan kargo/charter, umum pada dry bulk dan tanker.
- Contract of Affreightment (COA): kontrak volume angkutan selama periode tertentu; pengapalan dapat dilakukan beberapa kali.
- Voyage charter: kapal atau kapasitas disewa untuk satu perjalanan tertentu.
- Time charter: penggunaan kapal disewa untuk periode tertentu; pembagian tanggung jawab biaya berbeda dari voyage charter.
Struktur jaringan liner
flowchart LR O[Origin] --> F1[Feeder Port] F1 --> H1[Hub Port] H1 -->|Mainline / Mother Vessel| H2[Hub Port] H2 --> F2[Feeder Port] F2 --> D[Destination]
Tidak semua pengiriman berlangsung langsung dari POL ke POD. Transshipment, perubahan kapal, dan koneksi feeder dapat memengaruhi waktu transit dan risiko keterlambatan.
Biaya dan risiko operasional
| Liner | Tramp/Charter |
|---|---|
| Ocean freight, origin/destination charges, demurrage, detention | Freight/hire, bunker allocation, port costs, laytime, demurrage/despatch |
| Risiko rollover dan missed connection | Risiko keterlambatan laycan dan port congestion |
| Jadwal dipublikasikan tetapi dapat berubah | Jadwal dibentuk kontrak dan kesiapan muatan/kapal |
Status verifikasi
UNCTAD menggunakan indikator layanan liner terjadwal, kapasitas, frekuensi, dan konektivitas. Pembagian liner–tramp di atas adalah kerangka industri umum; syarat hukum dan pembagian biaya tetap bergantung pada kontrak aktual.